Jumat, 10 Juli 2015

Maafkan #Cerpen



Maafkan #Cerpen


***

          Di sebuah danau yang tenang, terlihat sosok gadis cantik tengah duduk di bawah pohon rindang. Di temani beberapa buku yang di bawanya. Dengan headphone yang melekat di bagian kepalanya. Ia Nampak focus dengan beberapa buku bacaannya. Udara bersih serta suasana yang nyaman adalah Mimpi terindah dalam dirinya.

“Cinta yang baik tak pernah egois. Cinta terbaik tak hanya memikirkan dirinya sendiri, perasaannya sendiri. Melainkan, Cinta terbaik memikirkan perasaan pasangan. Memikirkan diri Cintanya”ujarnya pelan membaca rentetan kalimat di dalam buku yang kini di bacanya. Matanya menatap lurus ke depan. Genangan air danau Nampak tenang dalam wadahnya.
“Apakah aku termasuk ke dalam pemilik cinta terbaik?”gumamnya pelan. Memori di otaknya berputar pada masa sekolahnya dulu di SMA. Ia tersenyum kecut mengingat kejadian tak membahagiakan di sekolahnya.

#FlashbackOn

“apa maksud kamu ngelakuin ini semua sama aku? Apa salah aku sama kamu? Kenapa kamu tega..”suara gadis cantik itu terdengar melirih. Kiyomi, mata indahnya Nampak mengeluarkan cairan bening dari sudut kelopak matanya. Pemuda di hadapannya Nampak menunduk. Tak berani menatap Mata indah milik Kiyomi.
“Ishaan !! aku ngomong sama kamu. Tatap aku ! bilang ! kenapa kamu tega lakuin ini semua sama aku? Kenapa kamu tega Ishaan? Apa salah aku? Apa kamu udah bosen ngejalanin hubungan sama aku? Jawab aku Ishaan..”Bentak Kiyomi dengan deraian air mata. Ia tak peduli dengan beberapa pasang mata yang melihatnya. Mereka tengah berada di Caffe hari itu.

Ishaan, pemuda tampan nan rupawan ini, memberanikan diri menatap wajah manis gadisnya, Kiyomi. Matanyapun terlihat memerah. Ia menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan. “Iya.. gue udah bosen ngejalin hubungan sama elo Yom.. gue udah Bosen !! gue bosen sama cewek manja seperti loe. Gue capek sama tingkah kenak-kanakannya elo. Gue bosen sama semua yang ada di elo”ujar Ishaan tegas. Kiyomi menatap Ishaan tak percaya. Bagaikan di sambar petir di siang bolong. Ia tak menyangka jawaban menyakitkan itu keluar dari Bibir Ishaan, kekasih yang amat sangat dicintainya

Kiyomi mencoba menguatkan hatinya. Ia menatap Ishaan dengan senyuman manisnya. Senyuman kesakitan tepatnya “Makasih.. makasih atas waktu 3 tahun ini, makasih atas segalanya. Makasih karna kamu udah pernah jadi bagian dari hidup aku. Makasih, dan Maafkan segala sifat aku. Terima kasih atas segalanya..”Kiyomi menghembuskan nafas beratnya, sekali lagi, ia menatap mata Elang Ishaan “Kamu.. kok tega..”Kiyomi berlari pergi meninggalkan Ishaan bersama seorang gadis cantik yang tengah diam di atas tempat duduknya

#FlashbackOff

“kalau aku boleh jujur.. aku kangen kamu Ishaan.. aku nggak pernah bisa marah sama kamu. Hatiku, slalu ada untuk kamu”Gadis cantik ini menyeka air mata yang meluncur bebas menggenang di permukaan wajahnya. Senyuman manis terukir di bibirnya. Meski banyak luka yang ia sembunyikan di balik senyum manisnya.
“semenjak kejadian itu, kamu menghilang.. kamu kemana?”

***

          Pagi hari ini, seperti tak ada semangat untuk gadis yang baru menginjak umur 19 tahun. Ia berjalan gontai menyusuri koridor kampusnya. Di tangannya terdapat beberapa buku. Di telinganya terpasang rapi sebuah earphone. Langkah kakinya terhenti kala merasakan tepukan di pundaknya. Ia membalikkan tubuhnya. Kyrey, sahabatnya berdiri tegap di hadapannya. Kiyomi tersenyum.

“Loe kenapa lagi Yom?? Kenapa keliatan lemes banget?”tanyannya. Kiyomi menggeleng kan kepalanya. Kyrey menghembuskan nafasnya berat. Ia menarik tangan Kiyomi, membawa sahabatnya itu untuk duduk bersama dirinya di taman.
“sekarang gue mau loe cerita ke gue. loe kenapa? Mata loe juga sembab.. loe abis nangis? Kenapa?”Kyrey menggenggam erat tangan Kiyomi. Dia lah satu-satunya orang yang bisa mengerti keadaan sahabatnya. “Gue kangen Ishaan Rey.. bahkan sedetikpun, gue nggak bisa menghalau rasa ini..”Kyrey menghela nafas panjang. Ia sangat tak suka bila Kiyomi bercerita tentang Ishaan. Ia sangat tak rela, Sahabat yang sangat di sayangi itu Sakit hanya karna seorang ‘Ishaan’

“buat apa loe mikirin dia lagi Yom? Inget ! dia itu Cuma masalalu loe. Dia hanya sebatas memori kecil nggak penting di hidup loe. Udahlah, nggak usah nyakitin diri loe hanya dengan merindukan cowok nggak penting itu. Hidup itu terus maju Yom.. kalau loe terus stuck di Ishaan, gimana masa depan loe? Masih ada yang lebih baik dari dia di luar sana”Kiyomi meneteskan air matanya. Ia tak kuasa mendengar orang yang teramat dicintainya di jelek-jelekkan di depan matanya.

“Gue tau.. gue tau banget Ishaan udah nyakitin gue. tapi, gue nggak bisa munafik Rey.. dari sekian cowok yang pernah loe kenalin ke gue, nggak ada yang sebaik Ishaan. Nggak ada yang setulus Ishaan”
“Baik? Tulus? Bukti apa loe bisa ngomong kaya gitu? Cowok baik dan tulus itu, nggak mungkin ngehancurin hati gadis yang dicintainya. Udahlah, gue nggak mau bahas cowok nggak penting Ishaan itu”Kyrey menatap Kiyomi sekilas dan berlalu meninggalkan Kiyomi sendiri di taman
“Rey.. Kyrey..”

***

Kita tak pernah tau, Mengapa Cinta meninggalkan kita dengan sebegitu Kejam. Ya! Menurut kita Kejam. Namun, tidak bagi Cinta. Dia tau apa yang harus dilakukannya agar tak menyakiti Cintanya

***

          Di dalam ruangan serba putih, Nampak sosok Pemuda tampan terkulai lemas di atas ranjangnya. Disisinya, terlihat Bundanya yang setia menemani dirinya. Pemuda itu Nampak mengerjap-erjapkan matanya. Bundanya Nampak mengukir senyum manis, penantiannya selama 2 bulan terbayar sudah oleh senyuman manis Putranya. Meski senyuman itu di bumbui rasa lemas.

“Bunhh..dahh…”Lirihnya dengan senyuman manis khas dirinya. Wanita yang di panggilnya Bunda itu tersenyum sembari menggenggam erat tangan Putranya. “iya Sayang.. Ishaan mau minta apa? Bunda akan turutin..”Dina. wanita itu Nampak meneteskan air matanya. Air mata kebahagian tepatnya. Ia sangat bahagia bisa kembali melihat senyuman manis anaknya serta mendengar suara lembut khas putranya.
“kenapa bunda nangis?”suara parau itu terdengar bersamaan dengan tangannya yang bergerak menghapus air mata yang menggenang di wajah cantik ibunya. Dina tersenyum dan menggeleng “Bunda bahagia Sayang.. Ishaan janji ya sama Bunda.. jangan pernah tinggalin Bunda lagi.. Bunda Sayang sama Ishaan”Dina menatap putranya lalu mengecup kening Ishaan cukup lama. Rasa bahagia memenuhi dirinya.

“Bunda.. ini makan si.. Ishaan.. ya Allah.. kamu udah sadar Nak?”Pria beranak 3 itu, langsung menghampiri Istri beserta anak keduanya. Ia begitu bahagia melihat pemandangan yang sangat dirindukannya. 2 bulan sudah, ia menanti, menanti Putranya membuka mata tanpa lelah. Dan, inilah hasil dari penantiannya.

Dengan gerak cepat, Bisma mendekap erat Putranya. Rasa haru menyelimuti dirinya. Air matanya keluar tanpa izin. Seolah, air mata itu menjadi saksi bisu, betapa dirinya bahagia bisa melihat anaknya kembali dalam dekapannya. “Ayah kangen Ishaan… jangan pernah lagi tinggalin Ayah sama Bunda ya Nak.. jagoan Ayah harus sembuh.. Jagoan Ayah nggak boleh kalah sama penyakit :)”Ujar Bisma. Ia menepuk pelan pundak anaknya. Betapa bahagianya keluarga kecilnya kini.

***

          Berbeda dengan keluarga kecil yang bahagia itu. Jauh ribuan kilometer dari tempat mereka. Seorang gadis cantik Nampak menangis terisak. Ia baru saja selesai membereskan kamarnya, dan dia menemukan sebuah album foto. Album foto yang isinya dirinya dengan kekasihnya, Ishaan. Sejak awal mereka kenal di SMP dan awal mereka menjalin asmara di SMA sampai mengakhiri hubungan Asmara mereka.

“Aku kangen kamu Ishaan.. sungguh, kenapa sejak kejadian di Caffe itu kamu menghilang? Segitu bosennya kah kamu sama aku? Ishaan.. hiks..hiks.. Aku sayang kamu..”Kiyomi, gadis itu mendekap erat album foto di tangannya. Fikirannya melambung jauh, tepat pada saat awal perkenalannya dengan Ishaan. Pemuda yang sangat dicintainya.

#FlashbackOn

          Kiyomi Zavyera Prasetya, gadis ini Nampak terburu-buru menyusuri koridor sekolahnya. Pasalnya, ia terlambat 25 menit, dan jam pertama di kelasnya adalah pelajaran guru Killer. Gadis ini terus berlari tanpa melihat jalan. Yang ada di fikirannya hanya satu. Sampai kelas dalam keadaan aman.

Bruk.. suara benturan tubuhnya dengan (?) seseorang. Kiyomi tersungkur di hadapan orang yang bertabrakan dengannya. Kiyomi mendongakkan kepalanya, menatap siapa orang yang berani menabrak dirinya di kala ia tengah terburu-buru.
“Sorry.. gue nggak sengaja”ujarnya sembari mengulurkan tangan. Kiyomi menerima uluran tangan itu dan menghempaskan dengan kasar “ihh.. sumpah ya, kalau nggak inget gue lagi telat. Nggak akan gue ninggalin loe dalam keadaan sehat wal afiat -_-”ujar Kiyomi garang. Pemuda itu tersenyum manis

“kan aku udah bilang maaf.. Ishaan”ujarnya mengajak Kiyomi berkenalan. Kiyomi menatap uluran tangan sopan Ishaan. “gue K1y0m1 bisalah loe artiin sendiri. Bye..”Kiyomi dengan segera meninggalkan Ishaan, pemuda tampan yang baru saja di temuinya. “Kiyomi.. yupz ! nama loe Kiyomi..”ujar Ishaan tersenyum. Ia kembali melanjutkan jalannya menuju ruang kepsek

#FlashbackOff

***

“Bang.. emang Abang ketemu siapa sih di alam sana, betah banget tidurnya. Sampe lupa sama Key, Kaka Ve, Ayah, Bunda, bahkan sama Kaka Yomi”ujar Keyra. Ishaan tersenyum melihat adik bungsunya itu. “Abang ketemu bidadari cakep donk..”Keyra mengerucutkan bibirnya. “paling juga bidadarinya nggak lebih cakep dari Bunda atau Key..”

“oh ya.. Key, gimana keadaan Kiyomi? Rasanya, udah lama banget deh Abang tinggal. Sekitar setahun ya..”Keyra mengangguk pasti. “Kaka Kiyomi sekarang udah lulus SMA Abang.. dia udah jadi Mahasiswa fakultas seni grafik. Kasihan tau Bang.. kaka Yominya. Waktu Key ketemu Abang Zizo, dia nanyain Abang, katanya Kaka Yomi sering ketahuan lagi nangis dengan barang-barang pemberian Abang. Abang jahat banget sumpahh deh”

Ishaan mengangguk. Pandangan matanya lurus ke depan “iya Key.. abang tau, tapi Abang juga nggak mau Kiyomi sedih kalau tau Abang sakit. Lebih baik Kiyomi membenci Abang daripada Menangis karna tau kenyataan yang pahit. Abang minta, Key jangan pernah ngasih tau siapapun tentang keadaan Abang ya..”

***

“Assalamu’alaikum…”
“Wa’alaikumsalam.. eh ada ka Kyrey.. Masuk ka..”ujar Zizo mempersilahkan sahabat kakanya itu masuk. Kyrey berjalan memasuki rumah sahabatnya. “Yomi ada kan Zo?”Zizo mengangguk “lagi di kamar Ka.. dari pulang kuliah, sampai sekarang belum keluar kamar”
“serius kamu Zo? Sampe malem gini nggak keluar juga?”Zizo mengangguk. “Ka.. sebenernya ka Yomi kenapa? Zizo nggak tega lihat Ka Yomi yang sekarang..”
“ada sedikit Problem yang mengganggu fikirannya Zo.. ya udah kaka ke kamar Yomi dulu ya..”

***

“Ishaan lagi?? Yomi.. kapan sih loe mau melupakan masalalu? Masalalu itu sejarah yang pantesnya dilupain, di buang dari memori otak loe. Udahlah, nggak usah nge-bebani diri dengan mikirin Ishaan. Belum tentu cowok itu mikirin loe Yom..”tangis Kiyomi semakin menjadi. Ia memeluk erat boneka terakhir pemberian Ishaan.
“Loe boleh nginget masalalu, tapi jika masalalu itu hanya menyakiti hati loe, Buang Yom.. lebih baik loe buang masalalu itu. Gue nggak mau loe sakit karna fikiran loe yang nggak jelas itu..”Kyrey menghampiri Kiyomi, di peluknya sahabatnya itu dengan tulus. Mencoba memberikan kekuatan pada Kiyomi, Sahabatnya.

“hiks..hiks.. gue nggak cukup kuat buat nerima semua ini Rey.. loe taukan betapa gue mencintai dia. Betapa gue menyayangi dia? Hiks.. gak segampang itu melupakan dia”
“tapi kalau dia buat loe sakit, buat apa loe inget terus. Loe hanya akan menyakiti hati loe aja Yom.. gue nggak tega liat loe yang sekarang. please, balik jadi Kiyomi yang gue kenal dulu. Kiyomi yang periang, ceria, dan bhawell. Gue kangen elo yang dulu Yom..”

***

Akan ku jaga kisah ini sampai mati. Akan ku perlihat kan padamu, segimana aku menjaga Cinta yang telah kau berikan

***

#EsokHarinya

“Ishaan.. kamu kenapa?? Sayang.. jangan tinggalin Bunda Nak.. Bunda mohon..”ujar Dina histeris, ketika dia baru saja memasuki ruang rawat Putranya, Ishaan Nampak kejang-kejang. Bibirnya memucat pasi.
“Sayang.. kamu kenapa?? Bunda mohon.. bertahan demi Bunda.. lawan penyakit kamu Sayang… hiks..hiks.. jangan tinggalin Bunda lagi..”

          Seorang dokter dengan dua orang suster Nampak datang memasuki kamar Ishaan. Dina yang menangis itu diperintahkan keluar.

***

“Bunda.. Abang kenapa? Hiks.. Abang nggak akan ninggalin Key lagi kan Bun? Abang kenapa Bunda…hiks..”Tanya Keyra dengan deraian air mata. Gadis ini, langsung datang saat Bundanya menelpon dirinya bahwa Abang kesayangannya itu kumat. “Bun.. Ishaan kenapa? Ishaan kenapa Bunda.. hiks.. Ishaan baik-baik aja kan Bun.. dia nggak akan ninggalin Kita kan Bun?”Verya. Gadis ini terus saja meneteskan air matanya. Ia memeluk bundanya dari samping. Berusaha menguatkan hati wanita yang sangat berjasa dalam hidupnya.

“kalian jangan seperti ini. Doakan yang terbaik untuk Ishaan. Ayah yakin, Ishaan akan baik-baik aja. Dia kuat, dia sudah membuktikannya bahwa dia kuat”ujar Bisma bijak. Meskipun begitu, hatinya sangat perih menerima kabar bahwa Putranya kembali harus melawan penyakit ganasnya.
“kalaupun Ayah bisa.. Ayah siap menggantikan posisi kamu Sayang..”lirih Bisma yang mengintip celah kaca di Pintu.

Pintu ruangan Ishaan terbuka, beriring dengan keluarnya seorang dokter muda. Dina, wanita itu langsung mendekati Dokter yang menangani anaknya. Berharap, anaknya akan baik-baik saja. “gimana keadaan Ishaan, Lee? Dia baik-baik aja kan? Ayo,, cepat katakan! Kalo anak aku baik-baik saja”
Charlie Chandra, atau yang biasa disapa Lee itu Nampak menghembuskan nafas beratnya. Ia menatap Dina yang notabennya adalah Sahabat kecilnya dulu “Din.. aku sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi tuhan berkata lain, dia terlalu Sayang dengan putramu. Maafkan aku..”Dina menutup mulutnya tak percaya. Putra terbaiknya telah meninggalkannya “penyakit yang di deritanya terlalu kuat menyerang tubuhnya..”

“Ishaan…”teriak Dina. wanita itu langsung menerobos masuk. Menatap tubuh dingin putranya. “Ishaan.. hiks.. kenapa kamu tinggalin Bunda lagi Nak? Kenapa? Ishaan marah sama Bunda? Maafin Bunda Nak.. Maaf..”Dina mendekap tubuh Dingin Ishaan dengan deraian air mata. Bisma berusaha menguatkan Istrinya.
“Selamat jalan Nak.. semoga Ishaan tenang disana. Ayah slalu mendoakan Ishaan dari sini. Terima kasih atas perjuangan Ishaan untuk Ayah, Bunda, Kaka Ve dan Keyra. Terima kasih Jagoannya Ayah..”ujar Bisma tenang. Oh No ! mencoba tenang lebih tepatnya. Keyra dan Verya sama-sama menangis histeris di dekat tubuh kaku Ishaan yang tak bernyawa.

***

“Kiyomi…”Kiyomi menoleh kala namanya di panggil. Betapa terkejutnya dia saat dilihat, Verya berada di hadapannya saat ini. Setelah hubungannya dengan Ishaan kandas, ia tak pernah lagi bertemu dengan keluarga Ishaan.
“eum.. kalau gitu gue duluan aja deh Yom.. Bye”Ujar Kyrey dan berlalu meninggalkan Kiyomi bersama Verya. “boleh kaka ngomong sama kamu?”

***

“apa kabar ka? Lama tak berjumpa”Ujar Kiyomi tenang. Verya tersenyum pandangannya lurus ke depan “Baik.. bagaimana dengan kamu Yom?”Kiyomi menghembuskan nafas beratnya “jauh lebih baik Ka.. maybe”ujarnya berakhir lirih.
“Kaka kesini nggak lama Yom.. Kaka Cuma mau nyampein permintaan Maaf dari Ishaan. Karna udah pernah nyakitin hati kamu”Verya menghentikan ucapannya. Ia menarik nafas dalam lalu menghembuskannya “kamu harus tau Yom.. kalau Ishaan, sangat mencintai Kamu setulus hatinya.. dan, ini.. ini adalah titipan terakhir Ishaan buat kamu. Tolong, kaka mohon, Maafkan segala kesalah dia, agar dia bisa lebih tenang. Kaka permisi”Setelah menyerahkan amplop bewarna Merah dengan sebuah boneka biru, Verya berlalu meninggalkan Kiyomi dengan deraian air matanya. Tak kuasa ia melihat mantan kekasih adiknya terlalu lama, karna baginya itu hanya menambah luka di hatinya.

***

          Kiyomi, gadis ini Nampak melepas kaca mata hitamnya. Air matanya keluar tanpa permisi, ketika ia telah sampai pada sebuah gundukan tanah merah. Gundukan yang di dalamnya berisi jazad orang yang sangat berarti dalam hidupnya. Pradana Ishaan Karisma.
          Kiyomi terduduk dekat pusara makan Ishaan. Ia tak kuasa melihat nisan Ishaan. Sangat menyayat hatinya. Air matanya lah yang mampu mengungkapkan bagaimana isi hatinya saat ini.

“Ishaan.. hiks.. kamu apa kabar? Hiks.. kenapa?kenapa kamu nggak pernah bilang kalau kamu menderita Tumor itu? Kenapa Ishaan?? Hiks.hiks.. kenapa kamu baru bilang saat kamu telah pergi. Kenapa? Hiks.. aku kangen kamu Ishaan..”Kiyomi mendekap erat Nisan Ishaan. Ia merasakan bahwa Ishaan tengah mendekapnya sekarang. “Andai dulu kamu cerita sama aku, aku nggak akan pernah ninggalin kamu meski sedetik. Aku akan setia merawat kamu Ishaan”

“Ka.. ayo pulang udah gerimis ini. Zizo, nggak mau kaka sakit”Ujar Zizo menyentuh pundak Kiyomi. Kiyomi tersenyum, “aku harap, kamu akan jauh lebih baik disana. Jaga diri kamu, jangan Lupain aku Ya.. karna, Cintaku nggak akan pernah berpaling dari kamu.”Sekali, Kiyomi mengecup Nisan Ishaan. Sebelum akhirnya ia pergi meninggalkan Makam Orang yang setia memenuhi ruang hatinya

***

Dear, My Star Kiyomi

Maaf, karna caraku.. membuatmu terluka
Maaf, karna aku.. bukan seseorang yang bisa menggapaimu
Maaf, karna aku.. senyum terindahmu sirna
Maaf, karna aku.. tlah memberimu tangisan kesedihan
Aku sadar.. semua yang ku lakukan hanya menambah luka di hatimu.
Aku sdar.. aku yang datang menawarkan sejuta cinta untukmu..
Tapi, aku juga yang menawarkan kesakitan itu.
Andai saja.. waktu dapat berputar kembali
Tak kan pernah.. kau, aku tinggalkan.
Dalam harapku, hanya kau yang menjadi pelabuhan terakhirku.

Sungguh menyesal diri ini, telah menorehkan kesakitan di hatimu. Masihkan ada sedikit celah di hatimu untuk sekadar kata Maaf dariku? Aku menyesal, andai kamu tau, bahwa aku sangat mencintaimu. Tulus, bahkan satu hal yang harus kamu tau, gadis yang bersamaku dulu. Adalah saudaraku, anak dari adik Bundaku. Aku tidak bermaksud melukai hatimu. Aku hanya tak ingin kau terluka jika kamu mengerti segalanya. Aku tak ingin hidup kamu terbebani dengan hadirnya aku dalam kehidupanmu.
Mungkin, ucapan maaf dariku tak mampu mendinginkan hatimu yang panas akan tingkahku, perkataanku dulu. Sungguh, aku tak pernah bosan dengan dirimu. Tumor ganas ini, telah berhasil memisahkan aku dan kamu. Tapi, 1 hal Hatiku takkan pernah mampu terpisahkan oleh hatimu. Meski badai menghantam.
Takdir memang tak menyatukan kita disini. Dia dunia fana, di panggung drama. Tapi aku yakin, takdir akan menyatukan kita di sana, di dunia keabadian dengan cinta suci yang kita miliki.
Aku tak ingin kamu melupakan aku, tapi 1 pintaku, cari penggatiku agar kamu bisa bahagia. Aku hanya ingin senyum terindahmu kembali hadir mewarnai wajah cantikmu. Sekali lagi, Maafkan aku yang telah tega menyakitimu.

-Pradana Ishaan Karisma
Your Sweet Dakocan

          Kiyomi, gadis itu kembali melipat sepucuk surat yang di terimanya pagi tadi. Ia menangis sesegukan setelah usai membaca surat terakhir. Surat terakhir dari Ishaan, mantan kekasihnya. Tangisnya kembali pecah, karna bayangan wajah Ishaan muncul dalam memori otaknya.

“aku nggak bisa bayangin gimana 1 hari hidup kamu tanpa aku”
“Aku sayang Kiyomi….”
“Kiyomi……. You are my destiny :)”

          Kalimat manis yang pernah di ucapkan Ishaan kembali berputar, bak kaset rusak yang hanya bisa memutar pada bagian itu saja. Bagian yang paling menyakitkan. Kiyomi, menyeka air matanya dan berjalan menuju jendela kamar yang terbuka. Ia menatap Bintang malam yang paling bersinar “Aku yakin, kamu ada disana Ishaan.. jangan lupakan aku..”Kiyomi tersenyum manis, lalu menutup jendela kamarnya.

***

Pada akhirnya, kematian slalu menyisakan luka untuk orang yang ditinggalkannya. Tapi, kamu harus tau, Raga boleh terkubur bumi. Roh, boleh di bawa mati. Dunia, boleh tak di kenal lagi. Tapi, Cinta akan slalu hidup dalam hati.

***

The End.. :)

Author        :         Ikrima Adzkury Nabilla
Tittle           :         Maafkan
Genre                   :         Sad Ending
Cast            :         Kiyomi Zavyera Prasetya, Pradana Ishaan Karisma, Kyrey, Zavero Zizou Prasetya, Prabislavina Averya Karisma, Keyra Anata Karisma, Bisma Karisma and Pramudina Afra Narundana.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar