Well kenalin gue seorang gadis yg lahir tepat pada bulan November 2000 yg dikaruniai nama IKRIMA ADZKURY NABILLA.Hobbi gue Membaca,Mendengar,Melihat N Menulis.Keinginan gue gak muluk2 kok.Cuma pingin Banggain Ortu gue yg udah susah payah biayain hidup gue dari Orok sampai saat ini.gue berterimakasih berat sama Tuhan yg udah izinin gue bernafas&menginjakkan kaki diBumi ini sampai saat ini.gue juga makasih banget buat Sahabat2 gue yg sampai detik ini masih sayang sama gue :)
Sabtu, 22 November 2014
Hingga 3600 detik terakhirpun aku kan tetap mencintaimu #PRABIS
Di suatu sore, di
dekat sebuah danau yang Indah. Tampak seorang gadis cantik tengah duduk di
bawah pohon rindang dengan camera yg menggantung di lehernya. Sesekali
diliriknya jam yang melingkar rapi di tangannya. Dia Dina. Pramudina Afra
Narundana lengkapnya.
“Huft.. Bisma
kemana sii?? Katanya mau ketemu jam 3. Nah ini, udh lebih dari jam 3 dia belum
juga nongol?? Hh,awas aja sampe 5 menit
lagi dia nggak datang”dumel Dina kesal
“nggak sampe 5
menit jug ague udah ada disini”ucap seseorang membuat Dina menoleh. Dinapun
berdiri dari duduknya. “kamu dari mana aja sii Bis? Lama bngtt”Tanya Dina.
“emh, maaf tadi gue ketiduran”dusta Bisma
“ouh, ehh tumben
kamu pakek Syal, kamu sakit?? Sakit apa?? Pancaran mata kamu juga sayu
banget”ucap Dina khawatir pada kekasihnya Bisma. Bisma mendekat lalu mengajak
Dina untuk duduk
“gue gpp ko, gue
bukan anak kecil yg perlu loe khawatirin. Eum Din”panggil Bisma, Dina menoleh.
“apa?”jawab Dina singkat. “loe mau nggak kabulin 3 wish gue dalam waktu 3600
detik??”Tanya Bisma. “kamu yakin?? Sedang wajah kamu aja nggak menyakinkan lho
Bis, aku khawatir sama kamu, mending kamu Istirahat aja”tolak Dina halus,
terlihat dia sangat2 khawatir dengan kondisi Bisma. “Pleasee”melas Bisma.
Akhirnyaa Dinapun mengalah. Dia tersenyum dan mengangguk
“jadi, apa 3 wish
kamu??akan aku kabulin semua”Tanya Dina. Bisma tersenyum senang mendengar
ucapan Dina. “pertama, gue mau abadiin moment ini, eum narsis-narsis.an gitu :D
dalam waktu 900 detik. Cukup singkat namun berarti buat gue”ucap Bisma tegas.
Dina mengangguk dan merekapun mulai meng-Abadikan moment indah tersebut
Berbagai gaya telah
mereka lakukan, dan terakhir,Bisma meminta Dina untuk berpose wajah kaget.
Dinapun menurut, saat camera berbunyi ‘Klik’secara bersamaan Bisma mencium pipi
Dina. “Aishhh Bismaaaaaaaaaaaa gada cium-cium ihhh”kesal Dina dengan kelakuan
kekasihnya ini
“sekali doank ihh
Eneng… belum tentu juga kan, besok gue bisa cium pipi loe lagi”ucap Bisma.
“hah? Maksud kamu apa Bis??”Tanya Dina. “ehh gpp”jawab Bisma. “okay Wish
ke-2??”Tanya Dina
“eum.. gue Cuma mau
loe nulis harapan loe di kertas ini dalam waktu 700 detik. Cukup singkat
bukan??”ucap Bisma sambil menyerahkan pulpen serta kertas pada Dina, Dina
tersenyum dan menerimanya. Mereka mulai menulis harapan mereka di kertas
masing-masing. “Udah??”Tanya Bisma. “Udah, truz mau di apain?”jawab Dina
“kita baca
bareng-bareng. Loe baca punya gue, gue baca punya loe.”jelas Bisma sambil
menukarkan kertas harapan dia dengan Dina. “siapa dulu yang baca??”Tanya Dina.
“Loe aja dulu”ucap bisma, Dina mengangguk dan mulai membuka lipatan kertas
Bisma
“gue Bisma. Bisma
karisma. Kekasih dari seorang gadis sedikit tomboy yg baik hati Pramudina Afra
Narundana. Hmm,gue Cuma mau tau, apakah suatu saat nanti loe masih jadi milik
gue?? Gue harap loe tetep dan slalu nyimpen gue di hati loe. Gue kasih 3600
detik kenangan terindah buat loe. Agar loe nggak akan pernah lupain gue. Gue
juga pingin loe terus dan slalu tersenyum buat gue. Entah gue masih ada atau
telah Tiada. Yang jelas loe harus tau, gue akan slalu sayang sama loe Dina.
PRAMUDINA AFRA NARUNDANA. ENENGNYA BISMA, Love You So Much”Dina membacanya
dengan mata sedikit mendung, tanda akan hujan
“bisma…”lirih Dina.
“jangan nangis.. aku terluka saat liat kamu nangis, aku sakit dan aku Rapuh
Din”ucap Bisma sambil mengusap Air mata Dina. “sekarang aku baca punya kamu
yhaa”sambung Bisma, Dina mengangguk
“Aku Dina.
Adik-adikan sekaligus kekasih dari orang paling jail di Dunia, Bisma Karisma.
Tadikan kamu bilang sama aku, untuk nulis harapan aku di kertas ini. Aku Cuma
mau kamu Bisma. Only You Bisma Karisma. Kamu yang ada di hatiku dan kamu
harapan serta Impian aku. Aku mau kamu selalu ada disisiku. Sampai maut
menjemputku, aku ingin kau masih ada di sampingku. Kamu semangat aku Bis. Aku
ingin, kamu dan aku terus bersama sampai segala Impian ada di genggaman kita.
Sampai kapanpun kamu tetap dan slalu jadi orang terpenting di hatiku. Your boyfriend is especially for me.
Sampai mati cintaku kan tetap untukmu Bisma Karisma”Bisma membacanya dengan
senyuman
“sekarang,
kita terbangin harapan ini, semoga bisa terkabul”ajak Bisma sambil menyiapkan
balon serta 2 tali. 2 balon itupun telah terikat rapi dengan tali
“Nieh,
loe iketin harapan gue”ucap Bisma sambil menyerahkan balon kepada Dina, setelah
selesai “Tulis nama loe di balon itu, dan gue akan tulis nama gue di balon
ini”ucp Bisma sambil mengeluarkan spidol dari saku celananya. Setelah selesai,
mereka berjalan menuju tepi Danau dengan tangan yang saling bertautan. “kita
terbangin bareng-bareng yhaaa.. 1..2…3..”komando Bisma, 2 balon itupun terbang
bebas di langit Biru
“makasih,
1600 detik ini, sangat berharga buat gue. Dan gue Bahagia”ucap Bisma tersenyum
pada Dina
“2000
detik trakhir, apa wish kamu??”tanya Dina. “Cuma pingin sama loe selamanya.
Sampai nafas kan berhenti”ucap Bisma tersenyum. “jangan ngomong gitu Ihh, aku
nggak suka”ucap Dina cemberut. Bisma hanya tersenyum dan menggandeng tangan
Dina lalu kembali ke tempat awal untuk duduk kembali
“Izinin
gue tidur di pangkuan loe terakhir kalinya”pinta Bisma sembari meletakkan
kepalanya pada pangkuan Dina, Dina tersenyum dan mengelus lembut rambut Bisma.
Bisma memejamkan mata Indahnya. “kalau misalnya gue udah gak ada di samping loe
lagi, apa loe bakal nangis??”tanya Bisma dengan mata yang masih terpejam. “ya
pasti nangis lah Bis, kamu kenapa ngomong gitu sii??? Aku ngerasa pertemuan ini
tuhh, kaya pertemuan terakhir kita dechh. Ada apa Bis??”tanya Dina
“gpp,
gue Cinta sama loe Din,”Bisma
“aku
juga Cinta sama kamu Bis”Dina
“gue
boleh minta loe janjiin sesuatu buat gue nggak??”tanya Bisma
“apa?”tanya
Dina
“loe
akan terus tersenyum walaupun gue udah nggak ada di samping loe lagi. Loe bisa
Din, dan loe harus janji sama gue”ucap Bisma, matanya masih terpejam
“Aku
nggak tau Bis”lirih Dina. Bisma membuka matanya saat di rasa ada air yang jatuh
membasahi wajahnya. Bisma segera bangun dan menghapus air mata Dina “kan gue
udah Bilang, jangan nangis”ucap Bisma
Tess….
.
.
.
.
Cairan
bewarna merah kental keluar dari Hidung Bisma, membuat Dina terbelalak kaget.
“Bis, hidung kamu kenapa??”tanya Dina sambil memebersihkan cairan itu. “gue gpp ko Din, Cuma mimisan
biasa aja”ucap Bisma tenang atau yang lebih tepatnya, Pura-Pura Tenang. “nggak,
kamu harus ke Rumah Sakit sekarang Bisma, aku takut kamu kenapa-napa”ucap Dina
khawatir plus cemass :D
“waktu
kita hanya tinggal 1000 detik lagi, gue nggak mau ngerusak semuanya Din..”ucap
Bisma menatap manik mata Dina. “kesehatan kamu lebih penting daripada ini Bis,
kita masih bisa cari 3600 detik yang lain Bis”ucap Dina. “Nggak mungkin bisa
Dina… please stay
here with me dear”pinta
Bisma. “pinta ke Rumah Sakit sekarang, atau kita putus??”ancam Dina, Bisma
hanya pasrah “okay ke rumah sakit sekarang”. Dina tersenyum senang
***
Bisma
dan Dina telah tiba di Rumah Sakit, Bisma segera dibawa ke Ruang ICU karna
tadi, Bisma pingsan di dalam taxi. Dina menunggu cemas di depan ruang ICU
“3600
detik kita udah berakhir Bis, aku bahagia :) huftt”ucap Dina sambil melirik jam
tangannya
Tak
lama seorang lelaki paruh baya dengan jas putih yg ia kenakan keluar dari Ruangan
ICU tersebut, dengan segera Dina menghampirinya
“keadaan
Bisma gimana Dok?? Dia baik-baik ajakan???”Tanya Dina
“silahkan
masuk, mungkin ini yang terakhir”ucap Dokter itu lirih
“maksud
dokter apa?? Bisma baik-baik aja kan??”tanya Dina cemas
“penyakit
yang di deritanya sudah sangat parah, kanker otaknya sudah menyebar hingga ke
saraf-sarafnya. Saya sudah berusaha semaksimal mungkin, namun inilah takdir,
takdir berkata lain. Maaf saya sudah tak bisa membantunya”jelas Dokter, Dina
menutup mulutnya dengan telapak tangannya, menahan sesak di dada. Dengan hati
cemas dan air mata yang membasahi pipinya, Dina segera berlari memasuki ruangan
Bisma
Terlihat
Bisma tengah berbaring lemah tak berdaya di atas ranjang rumah sakit. Dengan
segera Dina menghampiri Bisma. Tangan lemas Bisma bergerak untuk menghapus air
mata Dina
“ja..hh..na..hh..ngis…”ucap
Bisma terputus-putus. “kenapa kamu nggak pernah cerita tentang ini sama aku???
Kenapa kamu rahasiain semuanya?? Kenapa kamu sembunyiin rapat-rapat dari aku??
Kenapa Bisma??”tanya Dina. “ma…af..hh..hh.. gu…gu..gue…nggak.. ma..ma..mau..
loe…hh..sedih”jawab Bisma. “kamu malah buat aku sedih dengan kebohongan kamu
Bis.. aku malah tambah sedih dengan caramu ini”ujarr Dina. “jangan nangis,
karna aku udah nggak bisa menghapusnya lagi”ucap Bisma lancar, entah mendapat
kekuatan darimana Dia. “Aku Cinta kamu Dina, Always”setelah berkata itu, mata
Bisma terpejam dan secara bersamaan layar monitor bergaris lurus, artinya Bisma
telah tiada. Bisma telah kembali pada sang pecipta
“Bismaaaaaaaaaaaaaa….
Hiks..”teriak Dina histeris. “Bis, jangan becanda.. aku nggak suka, hiks..hiks…
Bismaaaaaaaaa jangan tinggalin aku… hiks..hiks..”
*******
Hujan
gerimis jatuh membasahi Bumi, mengiringi pemakaman seorang pemuda. Seorang
gadis cantik terduduk di depan gundukan tanah merah, gundukan baru. Yang di
dalamnya terdapat pemuda yang sangat ia Cinta dan sayangi
“hiks..
aku akan coba Bis,aku akan terus tersenyum Buat kamu. Smoga kamu bahagia
disana, pasti kamu merasa lebih baikkan disana???”ucap Dina sambil memeluk
Nisan Bisma. Dina membuka lipatan kertas yg di tulis Bisma terakhir kalinya di
kamar rawat tadi
~~
Hay
Geulis Dina, coba gue tebak, pasti loe lagi nangiskan?? Iya kan?? Huftt, Dina
Strong… Life Must Go On Dina. Loe sendirikan yang bilang, kalau nangis itu gada
gunanya, jadi kenapa loe masih nangis??? Din, gue sakit tau kalo loe nangis,
karna apa?? Karna sekarang gue udah nggak sanggup buat hapus air mata loe. Gue
mohon jangan sia-siain air mata loe buat gue
Tepat jam 12 malam nanti, kita anniv
yg ke 5 Din :) nggak terasa yhaa udh 5 tahun aja kita pacaran. Gue seneng,
karna loe mau kabulin 3 wish gue dalam waktu 3600 detik, yhaa walau harus gue
rusak :D
Dina… mungkin sekarang, raga gue
udah gak ada, tapii percayalah, cinta gue masih dan tetep ada buat loe. Hati
gue juga masih milik loe Din. Gue akan bawa cinta kita menuju keabadian, gue
akan nungguin loe Din, sampe waktu kebersamaan kita datang lagi. Jangan takut
karna gue slalu awasin loe dari atas sana, dan gue udah kirim 1000 pengawas buat loe. Hanya untuk loe Dina
Din… hidup loe nggak akan gelap
hanya karna tak ada gue disamping loe. Loe harus bangkit Din, carilah
pendamping baru buat Hidup loe. Loe harus bahagia Din… jangan terus tertuju di
gue. Masih ada Cinta lain yang nungguin loe Din. Mungkin gue bakal cemburu liat
loe bersanding dengan yang lain, tapii kalau itu Bahagia loe, gue rela Din, gue
seneng liat loe Bahagia
Sekarang, gue ngerasa udah lebih
baik dari sebelumnya, gue terbebas dari kanker otak itu Din, gue seneng, gue
sehat Din…. Disini gue udah bahagia, dan gue harap loe juga Bahagia disana
dengan pendamping baru loe Dina....
I Love You So Much
Pramudina Afra Narundana, Enengnya Bisma :)
-
Bisma
~~
“Hiks..
aku akan bahagia disini Bis, dan aku akan terus tersenyum buat kamu Bis.. I
Love You So Much To Bisma… akangnya Dina”ucap Dina sambil mengusap air matanya
dan mengelus nisan Bisma. “mungkin aku akan jarang kesini Bis, karna aku ingin
bahagia. Aku takut, jika aku sering kesini, aku semakin susah buat lupain kamu,
buat bahagia dengan yg lain. Maaf, tapii ini yang kamu mau, aku Pergi. Love You
Bisma”ucap Dina dan berlalu pergi dari kawasan makam Bisma
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
6
tahun Kemudian
***
Setelah
tangis akan ada tawa
Setelah
pahit akan ada Manis
***
“Bund….Bun…Bundaaaa”panggil
anak kecil berwajah Imut dan berkulit Putih. Yg bisa di tafsirkan berusia 5
tahun
“ada
apa Ican sayang??”tanya sang Bunda yang baru muncul dari Dapur. “Ican mu Emam
Ayam Kecap”pintanya lucu, Bundanya hanya tersenyum. “ya udah Ishaan tunggu dulu
yhaaa, Bunda masakin dulu”ujar sang Bunda, malaikat kecilnya itu tersenyum dan
mengangguk. Sang Bunda itupun segera menuju Dapur, sedang Ishaan segera menuju
Sofa dan menonton TV
“Assalamu’alaikum…
Ayah pulang”ucap seorang lelaki tinggi, ganteng, berkulit yang lumayan putih
juga bisa di tafsir usianya sama dengan Bunda Ishaan. Ya ! dia adalah ayah
Ishaan. Ishaan yang tau ayahnya datang segera berlari dan menghampiri sang
Ayah, dengan sigap sang Ayah menggendong Malaikat kecilnya itu
“Yayahh…”ucap
Ishaan lucu. “Bunda dimana Sayang?? Hmm?”tanya Ayahnya sambil mengecup pipi
Imutnya. “di dapul yah.. macak ayam kecap”jawab Ishaan. Sang Ayah hanya
tersenyum dan mengangguk lalu segera menuju dapur
***
“Dina….”panggil
sang Ayah dari Ishaan. Merasa di panggil Dinapun menoleh. “ehh Bian :) udh
pulang?? Tumben bngtt”ucap Dina sambil menghampiri orang yg dipanggilnya Bian
itu, Febrian Nindyo tepatnya. Orang yg berstatus sbagai Suami dari seorang Dina
sejak 5 tahun yang lalu. “iyhaa, kan kata kamu hari ini tepat 6tahun.nya Bisma
meninggal. Katanya kamu mau Ziarah kesana, jadikan???”tanya Febrian kepada sang
Istri. “ehh Iyhaa, aku kangen bangett sama Dia. Udah 6 tahun nggak ketemu,
trakhir kesana 1 tahun setelah dia pergi”ucap Dina yg berubah menjadi sendu
“udah
Bun, nggak usah sedih lagi”ucap Febrian. “Bicema sapa Bun??”tanya Ishaan dalam
gendongan sang Ayah. “Temen Bunda sama Ayah dulu sayang…”ucap Dina. Nampak
Ishaan hanya mengangguk
“nah,
Ishaan makan yhaa, Ayam kecapnya udah matang”ucap Dina, Ishaan.nya ini hanya
mengangguk
****
Sekitar
pukul 3 sore. Dina, Febrian serta Ishaan telah tiba di pemakaman tempat Bisma
di makamkan 6 tahun yang lalu
Dina
dan Febrian berjongkok di samping makam Bisma, sedang Ishaan duduk di pangkuan
sang Ayah. Dengan Tulus Dina membersihkan makam Kekasihnya itu, lalu menaburkan
Bunga di atasnya
“Nggak
terasa yha Bis, udah 6 tahun kamu pergi ninggalin aku. Aku kangen sama kamu
Bis, dan ini baru ke-2 kalinya aku kesini lagi setelah pemakaman kamu 6 tahun
silam. Aku kesini sesuai janji aku 5 tahun lalu Bis, aku datang bersama
kebahagiaanku. Dan ini kebahagiaanku Bis.. Hidup bersama Febrian dan mengasuh
anak yang Imut dan Manis. Dia Ishaan. Pradana Ishaan Karisma. Kamu pasti
bertanya kenapa aku kasih nama dia menggunakan nama kamu, iya kan?? Karna saat
dia lahir, aku seperti liat kamu Bis,liat kamu yg tersenyum ke arah aku. Sampai
saat ini, Rasa aku masih ada untukmu Bis. I am really Love You Bisma
Karisma”ucap Dina sambil menitikan air matanya, Febrian hanya bisa diam, dia
tau bahwa Istrinya masih menyimpan rasa untuk Alm. Kekasihnya
“Bis,
mungkin gue belum terlalu kenal sama loe, tapii gue Cuma mau bilang makasih
banyak sama loe,karna loe udah percayain Bidadari se-Cantik Dina buat gue. Dia
baik, dan loe beruntung pernah memilikinya. Gue janji sama loe, gue akan jaga
Dia sekuat tenaga gue, sama seperti loe jaga dia”ucap Febrian menatapNisan
Bisma
“bund..
tu ko da nama Ican??”tanya Ishaan saat melihat nama Bisma di batu Nisan. “iya
Ican, dia ini sangat menyayangi Bunda.nya Ican, wajah Ican juga sedikit Mirip
sama Dia”jelas febrian, ican tersenyum dan mengangguk
Hari
telah menjelang Sore,dina serta Febrian memanjatkan Doa untuk Bisma, selepas
itu mereka bergegas Pulang
“Aku
pamit yha Bis, kapan-kapan aku kesini lagi, bersama kebahagiaan serta malaikat
kecilku. Love You”ucap Dina sambil mencium nisan bisma dan segera menyusul
Febrian yang lebih dulu menuju Mobil, karna Malaikat kecilnya tertidur
“Aku
juga Bahagia Dina, karna kamu juga Bahagia :) makasih karna kamu udah mau
nepatin janji kamu sama aku, untuk terus tersenyum dan mencari kebahagiaanmu.
Aku senang liat anak kamu dan febrian, kalian emang cocok. Bahagia terus Dina.
Aku menantimu Disini. Jaga Dirimu serta Anak dan Suamimu. Love You Too Dear. Forever I'll still love
you and love you. Together with your family was happy now. Happy because you
exist with them.
PRAMUDINA AFRA NARUNDANA”ucap seseorang
berpakaian serba Putih dan tersenyum kepada keluarga Dina lalu menghilang
The
End :D
Author : Ikrima
Adzkury Nabilla
Genre : Sad,
Romantic, and Happy Ending
Title : Hingga 3600 Detik Terakhirpun Aku Kan Tetap Mencintaimu
Cast : Pramudina Afra Narundana as Dina
Bisma Karisma
as Bisma
Febrian Nindyo
as Febrian
Pradana Ishaan
Karisma as Ishaan
Langganan:
Postingan (Atom)













