Sabtu, 22 November 2014

Hingga 3600 detik terakhirpun aku kan tetap mencintaimu #PRABIS









Di suatu sore, di dekat sebuah danau yang Indah. Tampak seorang gadis cantik tengah duduk di bawah pohon rindang dengan camera yg menggantung di lehernya. Sesekali diliriknya jam yang melingkar rapi di tangannya. Dia Dina. Pramudina Afra Narundana lengkapnya.

“Huft.. Bisma kemana sii?? Katanya mau ketemu jam 3. Nah ini, udh lebih dari jam 3 dia belum juga nongol?? Hh,awas aja sampe  5 menit lagi dia nggak datang”dumel Dina kesal

“nggak sampe 5 menit jug ague udah ada disini”ucap seseorang membuat Dina menoleh. Dinapun berdiri dari duduknya. “kamu dari mana aja sii Bis? Lama bngtt”Tanya Dina. “emh, maaf tadi gue ketiduran”dusta Bisma

“ouh, ehh tumben kamu pakek Syal, kamu sakit?? Sakit apa?? Pancaran mata kamu juga sayu banget”ucap Dina khawatir pada kekasihnya Bisma. Bisma mendekat lalu mengajak Dina untuk duduk

“gue gpp ko, gue bukan anak kecil yg perlu loe khawatirin. Eum Din”panggil Bisma, Dina menoleh. “apa?”jawab Dina singkat. “loe mau nggak kabulin 3 wish gue dalam waktu 3600 detik??”Tanya Bisma. “kamu yakin?? Sedang wajah kamu aja nggak menyakinkan lho Bis, aku khawatir sama kamu, mending kamu Istirahat aja”tolak Dina halus, terlihat dia sangat2 khawatir dengan kondisi Bisma. “Pleasee”melas Bisma. Akhirnyaa Dinapun mengalah. Dia tersenyum dan mengangguk

“jadi, apa 3 wish kamu??akan aku kabulin semua”Tanya Dina. Bisma tersenyum senang mendengar ucapan Dina. “pertama, gue mau abadiin moment ini, eum narsis-narsis.an gitu :D dalam waktu 900 detik. Cukup singkat namun berarti buat gue”ucap Bisma tegas. Dina mengangguk dan merekapun mulai meng-Abadikan moment indah tersebut

Berbagai gaya telah mereka lakukan, dan terakhir,Bisma meminta Dina untuk berpose wajah kaget. Dinapun menurut, saat camera berbunyi ‘Klik’secara bersamaan Bisma mencium pipi Dina. “Aishhh Bismaaaaaaaaaaaa gada cium-cium ihhh”kesal Dina dengan kelakuan kekasihnya ini

“sekali doank ihh Eneng… belum tentu juga kan, besok gue bisa cium pipi loe lagi”ucap Bisma. “hah? Maksud kamu apa Bis??”Tanya Dina. “ehh gpp”jawab Bisma. “okay Wish ke-2??”Tanya Dina

“eum.. gue Cuma mau loe nulis harapan loe di kertas ini dalam waktu 700 detik. Cukup singkat bukan??”ucap Bisma sambil menyerahkan pulpen serta kertas pada Dina, Dina tersenyum dan menerimanya. Mereka mulai menulis harapan mereka di kertas masing-masing. “Udah??”Tanya Bisma. “Udah, truz mau di apain?”jawab Dina

“kita baca bareng-bareng. Loe baca punya gue, gue baca punya loe.”jelas Bisma sambil menukarkan kertas harapan dia dengan Dina. “siapa dulu yang baca??”Tanya Dina. “Loe aja dulu”ucap bisma, Dina mengangguk dan mulai membuka lipatan kertas Bisma

“gue Bisma. Bisma karisma. Kekasih dari seorang gadis sedikit tomboy yg baik hati Pramudina Afra Narundana. Hmm,gue Cuma mau tau, apakah suatu saat nanti loe masih jadi milik gue?? Gue harap loe tetep dan slalu nyimpen gue di hati loe. Gue kasih 3600 detik kenangan terindah buat loe. Agar loe nggak akan pernah lupain gue. Gue juga pingin loe terus dan slalu tersenyum buat gue. Entah gue masih ada atau telah Tiada. Yang jelas loe harus tau, gue akan slalu sayang sama loe Dina. PRAMUDINA AFRA NARUNDANA. ENENGNYA BISMA, Love You So Much”Dina membacanya dengan mata sedikit mendung, tanda akan hujan

“bisma…”lirih Dina. “jangan nangis.. aku terluka saat liat kamu nangis, aku sakit dan aku Rapuh Din”ucap Bisma sambil mengusap Air mata Dina. “sekarang aku baca punya kamu yhaa”sambung Bisma, Dina mengangguk

“Aku Dina. Adik-adikan sekaligus kekasih dari orang paling jail di Dunia, Bisma Karisma. Tadikan kamu bilang sama aku, untuk nulis harapan aku di kertas ini. Aku Cuma mau kamu Bisma. Only You Bisma Karisma. Kamu yang ada di hatiku dan kamu harapan serta Impian aku. Aku mau kamu selalu ada disisiku. Sampai maut menjemputku, aku ingin kau masih ada di sampingku. Kamu semangat aku Bis. Aku ingin, kamu dan aku terus bersama sampai segala Impian ada di genggaman kita. Sampai kapanpun kamu tetap dan slalu jadi orang terpenting di hatiku. Your boyfriend is especially for me. Sampai mati cintaku kan tetap untukmu Bisma Karisma”Bisma membacanya dengan senyuman

“sekarang, kita terbangin harapan ini, semoga bisa terkabul”ajak Bisma sambil menyiapkan balon serta 2 tali. 2 balon itupun telah terikat rapi dengan tali
“Nieh, loe iketin harapan gue”ucap Bisma sambil menyerahkan balon kepada Dina, setelah selesai “Tulis nama loe di balon itu, dan gue akan tulis nama gue di balon ini”ucp Bisma sambil mengeluarkan spidol dari saku celananya. Setelah selesai, mereka berjalan menuju tepi Danau dengan tangan yang saling bertautan. “kita terbangin bareng-bareng yhaaa.. 1..2…3..”komando Bisma, 2 balon itupun terbang bebas di langit Biru

“makasih, 1600 detik ini, sangat berharga buat gue. Dan gue Bahagia”ucap Bisma tersenyum pada Dina

“2000 detik trakhir, apa wish kamu??”tanya Dina. “Cuma pingin sama loe selamanya. Sampai nafas kan berhenti”ucap Bisma tersenyum. “jangan ngomong gitu Ihh, aku nggak suka”ucap Dina cemberut. Bisma hanya tersenyum dan menggandeng tangan Dina lalu kembali ke tempat awal untuk duduk kembali

“Izinin gue tidur di pangkuan loe terakhir kalinya”pinta Bisma sembari meletakkan kepalanya pada pangkuan Dina, Dina tersenyum dan mengelus lembut rambut Bisma. Bisma memejamkan mata Indahnya. “kalau misalnya gue udah gak ada di samping loe lagi, apa loe bakal nangis??”tanya Bisma dengan mata yang masih terpejam. “ya pasti nangis lah Bis, kamu kenapa ngomong gitu sii??? Aku ngerasa pertemuan ini tuhh, kaya pertemuan terakhir kita dechh. Ada apa Bis??”tanya Dina

“gpp, gue Cinta sama loe Din,”Bisma
“aku juga Cinta sama kamu Bis”Dina
“gue boleh minta loe janjiin sesuatu buat gue nggak??”tanya Bisma
“apa?”tanya Dina
“loe akan terus tersenyum walaupun gue udah nggak ada di samping loe lagi. Loe bisa Din, dan loe harus janji sama gue”ucap Bisma, matanya masih terpejam
“Aku nggak tau Bis”lirih Dina. Bisma membuka matanya saat di rasa ada air yang jatuh membasahi wajahnya. Bisma segera bangun dan menghapus air mata Dina “kan gue udah Bilang, jangan nangis”ucap Bisma

Tess….
.
.
.
.

Cairan bewarna merah kental keluar dari Hidung Bisma, membuat Dina terbelalak kaget. “Bis, hidung kamu kenapa??”tanya Dina sambil memebersihkan  cairan itu. “gue gpp ko Din, Cuma mimisan biasa aja”ucap Bisma tenang atau yang lebih tepatnya, Pura-Pura Tenang. “nggak, kamu harus ke Rumah Sakit sekarang Bisma, aku takut kamu kenapa-napa”ucap Dina khawatir plus cemass :D

“waktu kita hanya tinggal 1000 detik lagi, gue nggak mau ngerusak semuanya Din..”ucap Bisma menatap manik mata Dina. “kesehatan kamu lebih penting daripada ini Bis, kita masih bisa cari 3600 detik yang lain Bis”ucap Dina. “Nggak mungkin bisa Dina… please stay here with me dear”pinta Bisma. “pinta ke Rumah Sakit sekarang, atau kita putus??”ancam Dina, Bisma hanya pasrah “okay ke rumah sakit sekarang”. Dina tersenyum senang


                                                            ***

Bisma dan Dina telah tiba di Rumah Sakit, Bisma segera dibawa ke Ruang ICU karna tadi, Bisma pingsan di dalam taxi. Dina menunggu cemas di depan ruang ICU

“3600 detik kita udah berakhir Bis, aku bahagia :) huftt”ucap Dina sambil melirik jam tangannya

Tak lama seorang lelaki paruh baya dengan jas putih yg ia kenakan keluar dari Ruangan ICU tersebut, dengan segera Dina menghampirinya

“keadaan Bisma gimana Dok?? Dia baik-baik ajakan???”Tanya Dina
“silahkan masuk, mungkin ini yang terakhir”ucap Dokter itu lirih
“maksud dokter apa?? Bisma baik-baik aja kan??”tanya Dina cemas
“penyakit yang di deritanya sudah sangat parah, kanker otaknya sudah menyebar hingga ke saraf-sarafnya. Saya sudah berusaha semaksimal mungkin, namun inilah takdir, takdir berkata lain. Maaf saya sudah tak bisa membantunya”jelas Dokter, Dina menutup mulutnya dengan telapak tangannya, menahan sesak di dada. Dengan hati cemas dan air mata yang membasahi pipinya, Dina segera berlari memasuki ruangan Bisma

Terlihat Bisma tengah berbaring lemah tak berdaya di atas ranjang rumah sakit. Dengan segera Dina menghampiri Bisma. Tangan lemas Bisma bergerak untuk menghapus air mata Dina

“ja..hh..na..hh..ngis…”ucap Bisma terputus-putus. “kenapa kamu nggak pernah cerita tentang ini sama aku??? Kenapa kamu rahasiain semuanya?? Kenapa kamu sembunyiin rapat-rapat dari aku?? Kenapa Bisma??”tanya Dina. “ma…af..hh..hh.. gu…gu..gue…nggak.. ma..ma..mau.. loe…hh..sedih”jawab Bisma. “kamu malah buat aku sedih dengan kebohongan kamu Bis.. aku malah tambah sedih dengan caramu ini”ujarr Dina. “jangan nangis, karna aku udah nggak bisa menghapusnya lagi”ucap Bisma lancar, entah mendapat kekuatan darimana Dia. “Aku Cinta kamu Dina, Always”setelah berkata itu, mata Bisma terpejam dan secara bersamaan layar monitor bergaris lurus, artinya Bisma telah tiada. Bisma telah kembali pada sang pecipta

“Bismaaaaaaaaaaaaaa…. Hiks..”teriak Dina histeris. “Bis, jangan becanda.. aku nggak suka, hiks..hiks… Bismaaaaaaaaa jangan tinggalin aku… hiks..hiks..”

                                    *******

Hujan gerimis jatuh membasahi Bumi, mengiringi pemakaman seorang pemuda. Seorang gadis cantik terduduk di depan gundukan tanah merah, gundukan baru. Yang di dalamnya terdapat pemuda yang sangat ia Cinta dan sayangi

“hiks.. aku akan coba Bis,aku akan terus tersenyum Buat kamu. Smoga kamu bahagia disana, pasti kamu merasa lebih baikkan disana???”ucap Dina sambil memeluk Nisan Bisma. Dina membuka lipatan kertas yg di tulis Bisma terakhir kalinya di kamar rawat tadi

~~
Hay Geulis Dina, coba gue tebak, pasti loe lagi nangiskan?? Iya kan?? Huftt, Dina Strong… Life Must Go On Dina. Loe sendirikan yang bilang, kalau nangis itu gada gunanya, jadi kenapa loe masih nangis??? Din, gue sakit tau kalo loe nangis, karna apa?? Karna sekarang gue udah nggak sanggup buat hapus air mata loe. Gue mohon jangan sia-siain air mata loe buat gue
            Tepat jam 12 malam nanti, kita anniv yg ke 5 Din :) nggak terasa yhaa udh 5 tahun aja kita pacaran. Gue seneng, karna loe mau kabulin 3 wish gue dalam waktu 3600 detik, yhaa walau harus gue rusak :D
            Dina… mungkin sekarang, raga gue udah gak ada, tapii percayalah, cinta gue masih dan tetep ada buat loe. Hati gue juga masih milik loe Din. Gue akan bawa cinta kita menuju keabadian, gue akan nungguin loe Din, sampe waktu kebersamaan kita datang lagi. Jangan takut karna gue slalu awasin loe dari atas sana, dan gue udah kirim 1000  pengawas buat loe. Hanya untuk loe Dina
            Din… hidup loe nggak akan gelap hanya karna tak ada gue disamping loe. Loe harus bangkit Din, carilah pendamping baru buat Hidup loe. Loe harus bahagia Din… jangan terus tertuju di gue. Masih ada Cinta lain yang nungguin loe Din. Mungkin gue bakal cemburu liat loe bersanding dengan yang lain, tapii kalau itu Bahagia loe, gue rela Din, gue seneng liat loe Bahagia
            Sekarang, gue ngerasa udah lebih baik dari sebelumnya, gue terbebas dari kanker otak itu Din, gue seneng, gue sehat Din…. Disini gue udah bahagia, dan gue harap loe juga Bahagia disana dengan pendamping baru loe Dina....
I Love You So Much Pramudina Afra Narundana, Enengnya Bisma :)

-          Bisma

~~

“Hiks.. aku akan bahagia disini Bis, dan aku akan terus tersenyum buat kamu Bis.. I Love You So Much To Bisma… akangnya Dina”ucap Dina sambil mengusap air matanya dan mengelus nisan Bisma. “mungkin aku akan jarang kesini Bis, karna aku ingin bahagia. Aku takut, jika aku sering kesini, aku semakin susah buat lupain kamu, buat bahagia dengan yg lain. Maaf, tapii ini yang kamu mau, aku Pergi. Love You Bisma”ucap Dina dan berlalu pergi dari kawasan makam Bisma

.
.
.
.
.

.
.
.
.
.

6 tahun Kemudian

***
Setelah tangis akan ada tawa
Setelah pahit akan ada Manis
***

“Bund….Bun…Bundaaaa”panggil anak kecil berwajah Imut dan berkulit Putih. Yg bisa di tafsirkan berusia 5 tahun

“ada apa Ican sayang??”tanya sang Bunda yang baru muncul dari Dapur. “Ican mu Emam Ayam Kecap”pintanya lucu, Bundanya hanya tersenyum. “ya udah Ishaan tunggu dulu yhaaa, Bunda masakin dulu”ujar sang Bunda, malaikat kecilnya itu tersenyum dan mengangguk. Sang Bunda itupun segera menuju Dapur, sedang Ishaan segera menuju Sofa dan menonton TV

“Assalamu’alaikum… Ayah pulang”ucap seorang lelaki tinggi, ganteng, berkulit yang lumayan putih juga bisa di tafsir usianya sama dengan Bunda Ishaan. Ya ! dia adalah ayah Ishaan. Ishaan yang tau ayahnya datang segera berlari dan menghampiri sang Ayah, dengan sigap sang Ayah menggendong Malaikat kecilnya itu

“Yayahh…”ucap Ishaan lucu. “Bunda dimana Sayang?? Hmm?”tanya Ayahnya sambil mengecup pipi Imutnya. “di dapul yah.. macak ayam kecap”jawab Ishaan. Sang Ayah hanya tersenyum dan mengangguk lalu segera menuju dapur

***

“Dina….”panggil sang Ayah dari Ishaan. Merasa di panggil Dinapun menoleh. “ehh Bian :) udh pulang?? Tumben bngtt”ucap Dina sambil menghampiri orang yg dipanggilnya Bian itu, Febrian Nindyo tepatnya. Orang yg berstatus sbagai Suami dari seorang Dina sejak 5 tahun yang lalu. “iyhaa, kan kata kamu hari ini tepat 6tahun.nya Bisma meninggal. Katanya kamu mau Ziarah kesana, jadikan???”tanya Febrian kepada sang Istri. “ehh Iyhaa, aku kangen bangett sama Dia. Udah 6 tahun nggak ketemu, trakhir kesana 1 tahun setelah dia pergi”ucap Dina yg berubah menjadi sendu

“udah Bun, nggak usah sedih lagi”ucap Febrian. “Bicema sapa Bun??”tanya Ishaan dalam gendongan sang Ayah. “Temen Bunda sama Ayah dulu sayang…”ucap Dina. Nampak Ishaan hanya mengangguk

“nah, Ishaan makan yhaa, Ayam kecapnya udah matang”ucap Dina, Ishaan.nya ini hanya mengangguk

****

Sekitar pukul 3 sore. Dina, Febrian serta Ishaan telah tiba di pemakaman tempat Bisma di makamkan 6 tahun yang lalu

Dina dan Febrian berjongkok di samping makam Bisma, sedang Ishaan duduk di pangkuan sang Ayah. Dengan Tulus Dina membersihkan makam Kekasihnya itu, lalu menaburkan Bunga di atasnya

“Nggak terasa yha Bis, udah 6 tahun kamu pergi ninggalin aku. Aku kangen sama kamu Bis, dan ini baru ke-2 kalinya aku kesini lagi setelah pemakaman kamu 6 tahun silam. Aku kesini sesuai janji aku 5 tahun lalu Bis, aku datang bersama kebahagiaanku. Dan ini kebahagiaanku Bis.. Hidup bersama Febrian dan mengasuh anak yang Imut dan Manis. Dia Ishaan. Pradana Ishaan Karisma. Kamu pasti bertanya kenapa aku kasih nama dia menggunakan nama kamu, iya kan?? Karna saat dia lahir, aku seperti liat kamu Bis,liat kamu yg tersenyum ke arah aku. Sampai saat ini, Rasa aku masih ada untukmu Bis. I am really Love You Bisma Karisma”ucap Dina sambil menitikan air matanya, Febrian hanya bisa diam, dia tau bahwa Istrinya masih menyimpan rasa untuk Alm. Kekasihnya

“Bis, mungkin gue belum terlalu kenal sama loe, tapii gue Cuma mau bilang makasih banyak sama loe,karna loe udah percayain Bidadari se-Cantik Dina buat gue. Dia baik, dan loe beruntung pernah memilikinya. Gue janji sama loe, gue akan jaga Dia sekuat tenaga gue, sama seperti loe jaga dia”ucap Febrian menatapNisan Bisma

“bund.. tu ko da nama Ican??”tanya Ishaan saat melihat nama Bisma di batu Nisan. “iya Ican, dia ini sangat menyayangi Bunda.nya Ican, wajah Ican juga sedikit Mirip sama Dia”jelas febrian, ican tersenyum dan mengangguk

Hari telah menjelang Sore,dina serta Febrian memanjatkan Doa untuk Bisma, selepas itu mereka bergegas Pulang

“Aku pamit yha Bis, kapan-kapan aku kesini lagi, bersama kebahagiaan serta malaikat kecilku. Love You”ucap Dina sambil mencium nisan bisma dan segera menyusul Febrian yang lebih dulu menuju Mobil, karna Malaikat kecilnya tertidur


“Aku juga Bahagia Dina, karna kamu juga Bahagia :) makasih karna kamu udah mau nepatin janji kamu sama aku, untuk terus tersenyum dan mencari kebahagiaanmu. Aku senang liat anak kamu dan febrian, kalian emang cocok. Bahagia terus Dina. Aku menantimu Disini. Jaga Dirimu serta Anak dan Suamimu. Love You Too Dear. Forever I'll still love you and love you. Together with your family was happy now. Happy because you exist with them. PRAMUDINA AFRA NARUNDANA”ucap seseorang berpakaian serba Putih dan tersenyum kepada keluarga Dina lalu menghilang


The End :D

Author            :         Ikrima Adzkury Nabilla
Genre              :         Sad, Romantic, and Happy Ending
Title                :         Hingga 3600 Detik Terakhirpun Aku Kan Tetap Mencintaimu
Cast                 :         Pramudina Afra Narundana as Dina
                                  Bisma Karisma as Bisma
                                  Febrian Nindyo as Febrian
                                  Pradana Ishaan Karisma as Ishaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar